Pengertian
Media pembelajaran bisa disebut alat bantu
proses belajar mengajar.
Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam
mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang
dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran
/ pelatihan.
Pentingnya Media Pembelajaran
Mengajar
dapat dipandang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar.
Sedangkan, yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses prubahan
tingkah laku melalui pengalaman. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman
langsung dan penglaaman tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman
yang diperoleh melalui aktivitas sendiri pada situasi yang sebernarnya.
Contohnya, agar siswa belajar bagaimana mengoperasikan computer, maka guru
menyediakan computer untuk digunakan oleh siswa; agar siswa memiliki
ketarampilan mengendarai kendaraan, maka secara langsung guru membimbing siswa
menggunakan kendaraan yang sebenarnya; demikan juga memberikan pengalaman
bermain gitar, mengetik, menjahit, dan lain sebagainya, atau mungkin juga
pengalaman langsung untuk mempelajari objek atau bahan yang pengalamanlangsung
untuk mempelajari objek atau bahan yang dipelajari, contohnya pengalaman
langsung melihat dan mempelajari Candi Borobudur, penglaman langsung melihat
kerbau di sawah, dilandasan, atau pengalaman langsung mempelajari benda-benda
elektronik, dan lain sebagainya.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2.
Media
Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3.
Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan
sejenisnya
4.
Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan
sejenisnya.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002:
2) mengemukakan pendapatnya tentang pemanfaatan media pengajaran dalam proses
belajar siswa, sebagai berikut:
- Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
- Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
- Metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru harus mengajar untuk setiap jam pelajaran.
- Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
Tujuan menggunakan media pembelajaran :
-
mempermudah proses belajar-mengajar
-
meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
-
menjaga relevansi dengan tujuan belajar
-
membantu konsentrasi mahasiswa
Kriteria menggunakan alat peraga sangat
bergantung pada :
1. Tujuan
Pemilihan
alat peraga dapat mempengaruhi tujuan pengajaran yang akan dicapai apakah alat
peraga tersebut mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang mata pelajaran matematika
yang merupakan tujuan dari sebuah pembelajaran.
2. Materi Pelajaran
Alat peraga
biasanya dipakai untuk membantu siswa dalam memahami sebuah konsep dasar dalam
materi pembelajaran matematika sehingga memudahkan siswa dalam pemahaman materi
dalam ruang lingkup dan kesukaran yang lebih tinggi. Peragaan untuk konsep
dasar digunakan untuk mempermudah konsep selanjutnya.
3. Strategi Belajar Mengajar
Dengan
menggunakan alat peraga maka akan mempermudah guru menerapkan konsep
pembelajaran di dalam mengajar. Pengunaan alat peraga merupakan cara pengajaran
dalam metode penemuan ataupun permainan.
4. Kondisi
Media alat
peraga membantu guru pada kondisi-kondisi tertentu misalnya saja pada kondisi
kelas yang penuh dengan siswa sehingga diperlukan pengeras suara untuk
mempermudah guru agar dapat didengar oleh siswanya saat menjelaskan materi.
5. Siswa
Pemilihan
alat peraga disesuaikan dengan apa yang disukai oleh anak misalnya saja alat
peraga yang berupa permainan namun hal tersebut tentunya tidak keluar dari
tujuan pembelajaran.
Penggunaan
alat peraga menunjang prinsip pembelajaran yang efektif yang
terkait pada upaya :
a. Meningkatkan
motivasi siswa belajar karena peraga dapat merangsang tumbuhnya perhatian serta
mengembangkan keterampilan.
b. Peraga
dapat memfokuskan perhatian siswa, pendidik dapat menggunakan peraga dengan
melihat benda yang sesungguhnya di luar kelas atau dalam kelas.
c. Menyajikan
pembelajaran dengan memanfaatkan kehidupan nyata dalam rangka meningkatkan daya
antusias siswa terhadap materi pelajaran.
d. Alat peraga
pembelajaran dapat mengubah guru sebagai transmisi yang berfungsi sebagai
penghantar menjadi fasilitator, peraga membuat siswa lebih aktif.
e. Membuat
seluruh momen dalam kelas hidup dan berubah dari waktu ke waktu, pendidikan
dapat membangun pertanyaan dengan dukungan alat yang ada di tangan.
f. Alat peraga
membuat siswa menjadi lebih aktif berpikir dan mengembangkan kemampuan berpikir
kritis karena siswa tidak sekedar mengingat dan mendengarkan, namun
mengembangkan pikirannya dengan fakta.
g. Alat peraga
lebih meningkatkan interaksi antar siswa dalam kelas sehingga transformasi
belajar dapat berkembang dinamis.
h. Dengan
bantuan alat peraga dapat meningkatkan daya monitor pendidik sehubungan dengan
aktifitas siswa lebih mudah diamati
i. menunjang
kegiatan matematika di luar kelas yang menunjukkan penerapan
j. matematika pada peristiwa nyata, dan meningkatkan
keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking